338 Agent – Tempat Yankee Seakan Jadi Rumah Liverpool

Tiap-tiap pendukung pemain Liverpool nampak berpesta atas New York, AS pada keunggulan dari The Reds dalam pertarungan adu penalti (3-1) lawan saingan Liga Inggris mereka, Manchester City, di Kamis (31/7/2014) pagi tadi. Liverpool tepiskan Manchester City juga merenggut teritori puncak daripada klasemen Grup B di dalam International Champions Cup (ICC). Brendan Roodgers, pelatih Liverpool gembira tahu sambutan dr fans kota terbesar di negeri Paman Sam itu. Ia merasakan kalau Liverpool seakan bermain di lapangan sendiri. “Fans kami tak membuat terpesona lagi. Sudah 2 tahun aku di dalam tim ini, itu seakan duel di dalam kandang Liverpool, ” ujar Rodgers sehabis kompetisi rampung.test1

Warna merah penuhi seisi tribun stadion stasiun daripada club New York, Yankees di permusuhan Major League Baseball. Pada permusuhan sepak bola AS atau pun Major League Soccer, stadion itu menjadi pos atas New York City FC pula. Stadion dgn kapasitas 50 ribu penonton tersebut dipenuhi oleh fans Liverpool. Mereka pun menggunakan seragam serta atribut Liverpool. Setidaknya terselip 49 ribu penonton yang hadir mengikuti pertentangan. Saat sang pengelola baru atas Manchester City, Kolarov tidak berhasil, setiap penonton yang terdapat di belakang gawang yg dipegang Joe Hart kendati memekik-mekik.

Dalam rivalitas di Stadion Yankee New York tersebut, kedua skuad main seri dgn 2-2 di waktu normal. Liverpool berhasil kumpulkan 5 poin, tetapi Manchester City diturunkan dalam status 2 yang merebut 4 poin. Di pertandingan yang mula-mula, Liverpool unggul 1-0 lawan Olympiakos. Duel tersebut mengikuti sistem adu penalti apabila skor imbang hingga akhir. Pemenang daripada adu penalti mengait 2 poin, namun kru yang kalah merebut 1 poin untuk kinerja imbang pada saat normal.

Liverpool kendati menanjak final apabila unggul pada pertarungan terakhir versus AC Milan, pada Sabtu (2/8) petang maupun di pagi hari Minggu WIB. Tapi sebaliknya, bahwa Manchester City sanggup tepiskan Olympiakos pada rivalitas yang lebih awal diadakan, tetapi kru Liverpool hancur, dipastikan team olahan Manuel Pellegrini tersebut akan menciptakan malu kembali Liverpool dengan cara terlepas di duel final.